Minggu, 22 Mei 2016

Ngariung ka Bandung



Tidak dipungkiri lagi bahwa Bandung adalah salah satu kota di Indonesia yang menawarkan sejuta pesona bagi para traveller atau backpacker, tidak hanya wisata alam, wisata kuliner, Bandung juga sangat terkenal dengan wisata belanjanya karena itu Bandung terkenal dengan sebutan “Bandung Paris Van Java”. Deretan FO dibeberapa jalan utama di kota Bandung, menjadi favorit bagi para pecinta fashion.


HARI PERTAMA: BERANGKAT !!!!
Kali ini aku backpackeran sama sahabatku namanya Nihla, she’s my bestfriend. Aku paling ter  Kita uda ngerencanain ini kapan tahun dan selalu gagal, karena susah nyari tanggal merah yang deket dengan wiken. Wal hasil ketemulah kita tanggal merah yang ada dibulan Mei 2014. Hari Selasa tanggal 27 mei taggal merah isra’ Mi’roj, dan hari Kamis tanggal 29 Mei tanggal merah kenaikan Isa Al Masih. Sippppppp setelah nemu tanggal merah yang segitu cantiknya, kita uda nggak nunda2 lagi untuk berangkat, meskipun ijin dari ortu belum kita dapet, kita akhirnya beli tiket di Stasiun Blimbing Malang bulan April  kereta ekonomi Pulang-Pergi Pasundan Bandung (kiaracondong)-Surabaya (Gubeng) seharga RP. 55.000, untuk mengantisipasi kehabisan tiket, maklum meskipun ekonomi tapi tiket kereta ekonomi paling sold out dibanding tiket kereta yang laen, karena banyak yang pengen ngirit hahahahaha. Lagian kalo dibandingin dulu, kereta ekonomi uda jauh sangat nyaman, perubahan yang paling penting adalah ada colokan listrik, bersih dan tidak ada penjual asongan yang lalu lalang.

Yep... hari pertama dimulai Selasa tanggal 27 mei 2014, sesuai dengan jadwal keberangkatan kereta kita jam 08:15 am. Aku berangkat dari Gresik sekita jam 06:00, sampe di Surabaya sekitar setengah delapan. Kita sarapan soto madura dulu, sebelum take off hahahahahaha. Tepat jam 8:15 kereta kita berangkat. Menempati tempat duduk no. 16 E dan 16 D mata kita langsung ijo begitu nemu ada dua colokan listrik dibawah meja, itu artinya kita tidak perlu kuatir untuk internetan sepuasnya dan dengerin MP3 dengan senang hati. Padahal sebelumnya kereta eknomi yang terakhir aku tumpangi yaitu kertajaya, nggak ada colokan listriknya. For all  kereta kita tidak banyak berhenti untuk menunggu si nyonya (sebutan kita untuk kereta kelas eksekutif dan bisnis). Yang artinya kita bisa cepet sampe Bandung. Seperti dugaan kita kereta kita sampe Bandung sekitar jam11 kurang seperempat, yang artinya kita cuma terlambat 20menitan dari yang seharusnya, wajar lah yhaaaaaaa. Setelah sampe stasiun kiaracondong aku langsung ngubungi temen sekosan dulu waktu kuliah, untuk menunggu jemputan, maklum cewe-cewe...kita takut kalo malem2 naek angkot bedua. Melem ini kita mau nginep di tempatnya temenku dulu, baru malem selanjutnya kita sewa penginapan.

HARI KEDUA: KAWAH PUTIH
Our second day its time for us to pick up our dreams.. first destination of course KAWAH PUTIH, kawah yang sangat menyedot perhatian kami, walopun sebelumnya cuma lihat di google sama di TV. Kawah putih ini terletak di Ciwidey (Bandung selatan), mengingat tempatnya yang agak jauh, aku saranin berangkat lebih pagi agar tidak kena macet. Perjalanan dimulai dari tempat penginapan kami di daerah cikutra (kampus STIKOM, depannya Park Hotel) menuju Terminal Leuwi Panjang. Langsung aja di depan STIKOM, kita naek angkot warna ijo (Cicaheum-Ciroyom) ke arah UNPAD, bilang ke sopirnya turun di UNPAD dipatiukur (DU), dalam perjalanan menuju UNPAD, kita melewati beberapa tempat yang juga ingin kita kunjungi selama di Bandung, beberapa diantaranya adalah gedung sate, lapangan gasibu, jalan Dago dan depan UNPAD ada monumen perjuangan rakyat jawa barat, yaaaah akhirnya kita narsis-narsisan dulu disana hahahaahaha. Bayar angkot caheum-ciroyom 3.000/org jauh dekat. Lanjut naek Bus damri yang akan megantarkan kita ke terminal Lewi Panjang, dengan damri pun kita lewat beberapa tempat diantaranya:
1.      Jl. Braga, salah satu jalan yang legendaris di Bandung, karena banyak bangunan-bangunan tua yang masih berdiri.
2.      Jl. Asia Afrika, di sana ada gedung asia afrika
3.      Jl. Banceuy, jalan tempat penjual kopi Aroma, kopi legendaris khas Bandung, yang konon kopi tersebut disimpan 5-8 tahun, untuk menurunkan tingkat keasamannya, sebelum akhirnya disangrai.
4.      Pasar Baru, salah satu tempat perbelanjaan di Bandung yang terkenal murah.
Berikut ini rute ke Kawah Putih Bandung:
Dari manapun, kamu harus menuju ke terminal Leuwi Panjang
Lanjut naek L300 menuju terminal ciwidey Rp. 10.000,-
Dari teminal Ciwidey naek angkot warna kuning menuju ke gerbang kawah putih. Karena yang naek angkot kuning ada 8orang dan semua tujuannya ke kawah putih, maka kita ditawari sama si pak sopir untuk paketan PP Ciwidey-kawah putih plus Kebun teh sama kebun strawberry. Awalanya si sopir minta 55, tapi di tawar2 bisa 45/org, sudah termasuk tiket Rp. 15.000.  Akhirnya jadilah kita berangkat serombongan menuju kawah putih.
(* Tips bagia kalian yang nggak dapet paketan dari ciwidey, jangan takut karena sesampainya kalian di gerbang kawah putih, disitu ada yang namanya ontang-anting, kendaraan khusus yang disediain pihak kawah putih untuk pengunjung dari pintu gerbang sampai menuju ke kawah, ontang-anting pulang-pergi ongkosnya Rp.10.000/org.
(* Tips buat kalian yang bawa mobil pribadi, untuk mobil yang diparkir sampai ke atas (kawah), biayanya RP.150.000... Mahal bangettttttt, jika dibandingin sama tiket masuk RP.15.000/org.  itu sebagai jasa lingkungan, tapi itu uda termasuk tiket masuk. Nah iya kalo di dalem mobil isinya banyak, kalo Cuma 2-4orang saja, maka lebih hematnya kamu parkir aja di bawah, biaya parkir mobil cuma RP.6000, trus naek ke atasnya pake ontang-anting.
(* Tips sebelum berangkat ke kawah putih, bawa payung, tau sendiri kadang cuaca suka nggak netu, apalagi ciwidey termasuk dataran tinggi, jadi intensitas hujannya lebih jika dibandingkan dengan daerah dataran rendah. Bawa masker/slayer/syal, untuk menghalau bau belerang yang menyengat, untuk masker di sana ada yang jual. Jangan lupa bawa jaket atau pake baju hangat pas ke kawah putih.
Subhanallaaaaah bener-bener indah ciptanNya dan lagi-lagi kita dibikin merinding karena keindahan kawahnya yang berwarna putih kebiruan. Puas foto-foto kita akhirnya pulang, dan menyimpan tenaga buat besok.

HARI KETIGA: CITY TOUR alias keliling kota
          Hari ketiga kami memutuskan untuk ngubek-ngubek bin explore kota Bandung, karena pada hari ini tanggal merah, macet di tengah kota tidak jadi masalah buat kita, asal masih banyak orang dan keramaian, maklum kita cewe jadi kudu bisa cari zona aman hihihihihi. Muter-muter ke beberapa icon bangunan di bandung itu wajib seperti (Gasibu, Gedung Sate, Museum POS Indonesia, Stadion Siliwangi, Monumen Perjuangan Rakyat), mall, cihampelas dan beberapa distro-distronya.

HARI KEEMPAT: TANGKUBAN PARAHU
            Naik angkot Cicaheum-Ledeng RP. 4.000
Naik Elf atau L300 menuju subang, turun di gerbang tangkuban parahu, bayar RP.15.000 (mahal karena ongkos kita disamain sama kaya yang turun di subang).
Sampe depan gerbang, hati-hati disini banyak calo yang menewarkan jasa sampe ke atas kawah, pinter-pinternya aja nawar,
Kitapun sampe cikol grafika, sebuah tempat out bound, yang teletak ditengah-tengah hutan pinus.

HARI KE LIMA: PULANG !!!
Well... now it’s time for us to come back home J kangen rumah itu uda pasti, kangen kasur kamar apalagi hahahahahahaha, rasanya kamar menjadi tempat yang paling kita kangenin setelah beberapa hari kita travellan, selain sapaan hangat dari orang seisi rumah. Set alarm di HP pada jam 04:00 WIB, biar kita bangunnya nggak terlambat, karena uda seharian penuh kita keliling-keliling. Kita harus sudah sampe minimal jam 05:00 WIB di Stasiun Kiaracondong, karena jadwal kereta kita berangkat jam 05:30 WIB. Dengan dianter ojek yang sudah kita pesen semalem, kita berdua nggak begitu kuatir untuk bisa sampe tepat waktu di stasiun, tinggal gimana kitanya aja biar bangunnya nggak kesiangan. Sebelum kita cabut dari penginapan kita pamit dulu ke ibu Lukman, beliau uda banyak bantu kita sewaktu di Bandung, uda perhatian banget sama kita, sampe kita dianterin ke pangkalan ojek, kita berdua terharu banget, kita jadi merasa kaya anaknya yang mau pergi. Terima kasih buat semuanya ibu.
Kalo dibilang setiap perjalanan pasti ada pelajaran, itu aku setuju banget, diakhir perjalanan kita di kereta, ada beberapa hal yang bisa kita jadiin pelajara. Kita duduk di seat dua-dua. Kebetulan banget kursi depan kita kosong satu, dan mas yang duduk di depan kita turun di Tasikmalaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Star